AKU........
Aku adalah anak ke empat dari enam bersaudara. Perjalanan hidupku yang seperti nano-nano di mulai semenjak kepergian ayahku yang telah di panggil Allah dalam keadaan Non Muslim yang belum sempat di mu'alafkan.
Sedih memang ketika ku mulai faham tentang ajaran islam.Bahwa ayahku meninggal dalam keadaan KAFIR.
Setelah kepergian ayah, kini ibu selalu memikirkan kebutuhan kami seorang diri.Dan akhirnya beliau memutuskan untuk memu'alafkan kami semua, dan syukur Alhamdulilah kini diriku menjadi seorang Muslimah.
Enam tahun setelah kepergian ayah kini diriku telah menyelesaikan masa Pendidikan SD disaat perekonomian keluarga sedang goncang. Syukur Alhamdulilah dalam kelulusan tahun itu aku termasuk satu dari anak yang berprestasi disekolah hingga aku diajukan untuk mengikuti tes disalah satu SMP terfavorite dikotaku, seminggu setelah tes, pengumuman keluar. Pagi sekali aku berangkat ke sekolah tersebut dengan restu dari sang ibu dengan hati yang terus bertanya akan hasil tesku.
Didepan mading sekolah tersebut sudah banyak sekali anak-anak dari berbagai sekolah yang ingin melihat daftar nama tersebut hingga suasana seperti pasar.
Dan aku salah satu anak yang berada dalam kerumunan tersebut, hingga akhirnya aku berada pas sekali didepan mading tersebut, ku mulai mencari namaku satu persatu dari sekian banyak nama di beberapa lembar kertas tersebut akan tetapi tidak ada satupun namaku yang tertera dilembar itu. Hatiku mulia memuncah tak karuan, hingga ku ulangi kembali untuk mencari namaku akan tetapi hasilnya nihil.Hatiku sesak bukan kepalang hingga rasa penasaran telah merasuk kedalam bathinku, ku memutuskan untuk bertanya ke salah satu bagian ADM sekolah elit tersebut untuk meyakinkan sebuah nama yang saat itu begitu penting bagiku, dan ternyata jawaban itu sama saja seperti yang kulihat dilembaran tersebut.
Ku pulang dengan perasaan kalut membayangkan sebuah senyum hangat yang akhirnya berubah menjadi titik air mata. Tak kuasa ku menahan perasaan ini namun itulah kenyataan yang harus kuberikan pada sang ibu bahwa aku gagal mendapatkan beasiswa tersebut.
Hingga akhirnya ku memutuskan untuk mencari jalan hidupku seorang diri tanpa sang ibu disisiku. Larangan ibu ssat itu bagiku hanyalah sebuah hambatan kecil untuk meraih mimpiku, hingga tangis dan teriaknya tak ku hiraukan, aku hanya bisa berkata dalam diriku bahwa aku akan kembali jika tiba saatnya.
Akhirnya ku mulai menjalani kehidupan ini tanpa keluarga besar disisiku disebuah kota yang terlihat begitu asing dipandangan mataku.
Entah apa nama kota itu yang penting bagiku kota ini akan ku jadikan tempat beradu nasib. Aku mulai berjalan-jalan dikota itu untuk mencari sesuatu yang menarik dipandang mata hingga saat itu pandangan ku tertuju pada seorang ibu yang bagiku memiliki aura tersendiri,lalu aku mengikutinya dari jauh sehingga aku menemukan tempat dimana ia pulang, mataku tercengang ketika kudapati bahwa ibu itu tinggal di sebuah PAnti Asuhan yang bagiku cukup besar. Lalukucoba untuk ikut masuk kedalamnya dan ternyata didalamnya banyak sekali anak-anak seusiaku, hingga aku menemukan ibu itu kembali.Ku terdiam membisu ketika beliau mendatangiku dan bertanya kepadaku, hingga akhirnya aku pun tak segan-segan untuk menceritakan siapa diriku dan mau kemana aku, lalu tiba-tiba ibu itu mengajak aku masuk kedalam asrama anak-anak tersebut dan menceritakan semuanya kepada mereka. Entah apa yang membuat hatiku terdorong hingga aku ingin sekali mengatakan bahwa aku ingin sekali menetap dipanti tersebut.
dan Syukur Alhamdulilah akhirnya aku menetap dipanti tersebut selama enam tahun hingga masa Pendidikan SMA ku usai.
Banyak sekali pengalaman manis dan pahit yang telah kurasakan di PAnti Tersebut.
Enam Tahun USai...............
Hingga aku memutuskan untuk kembali kepada keluarga besarku, sulit rasanya bagiku meninggalkan asrama sekaligus mereka yang sudah menjadi bagian dari keluargaku.Tapi enam tahun sudah cukup bagiku karna aku tak ingin menaruh beban terhadap mereka.
Sebuah tangisan akan kerinduan seorang ibu menyeruak memasuki ruang hatiku,syukur Alhamdulilah Allah telah menjaga ibu dan keluarga besarku. Hingga akhirnya perjalanan hidup baru ku mulai kembali ditengah-tengah keluargaku, hari demi hari ku memikirkan bagaiman perjalan hidupku setelah SMA hingga akhirnya ku memutuskan untuk dapat kuliah dari hasil aku bekerja, hinggaku ku memutuskan untuk mencari pekerjaan. dan Syukur Alhamdulilah aku mendapatkan pekerjaan yg saat itu bagiku cukup untuk anak seperti aku,,, tapi itulah aku yang selalu bisa berandai-andai untuk mendapatkan sesuatu yang ingin aku miliki,
Allah emang MAha Mendengar segala isi hati hambaNya. Hingga akhirnya saat ini aku bekerja di Perusahaan Tersebut yang ku jadikan andai-andai dan lebih dari itu sekarang aku dapat biaya pendidikan Sampai D3,dan sekarang aku masih semester 3.
Mau tau perjalanan selanjutnya ikuti terus Bloh Suara Hati ku....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar